Kamis, 06 Juni 2013

Aku, Kamu dan Dia

          Suasana ruang kelas XII IPA 2 sangat ramai. Hiruk pikuk siswa yang sedang menikmati waktu istirahatnya. Terlihat di pojok kelas ada sekelompok anak perempuan yang sedang asyik mengobrol, dan di sekeliling ruang banyak anak lelaki yang berlarian bercanda satu sama lain.
          BRAAAAK!!
          Seketika suasana ruang kelas menjadi hening. Sebuah penghapus papan tulis melayang mengenai kepala seorang guru yang hendak memasuki ruang kelas. “kalian semua lari keliling lapangan 5 kali sekarang!” teriak guru. Satu persatu siswi mulai keluar dari ruang kelas dan saling menyalahkan satu sama lain. mereka harus berlari keliling lapangan di cuaca yang sangat terik.
          TENG TENG TENG!!
          Bel pulang sekolah berbunyi, siswa-siswi langsung berlarian keluar sekolah. Raut wajah mereka nampak bahagia seperti habis merasa melepas beban saat mendengar bel jam pelajaran berakhir. Terlihat di dalam ruang kelas masih ada 4 siswa yang masih tersisa, yaitu Melody, Stela, Sannia dan Rosi. Mereka masih merasa kelelahan setelah menjalani hukuman tadi.
“cari minum yuk.” Cletuk Rosi
          “boleh.” Saut Melody
Lalu mereka berempat beranjak dan pergi menuju tempat kendaraan mereka diparkir.
          Suasana di Mall sangat ramai. Banyak orang berhiruk pikuk sedang sibuk dengan urusan mereka sendiri-sendiri. Sedangkan mereka berempat berjalan dari tempat perkir menuju kafe yang biasa mereka datangi. Sebuah kafe di lantai 2 Mall yang cukup besar dan benuansa klasik dengan di didominasi warna cokelat. Mereka duduk di tempat duduk favorite mereka. Di ujung kafe dengan duduk berhadapan.
“pegel.” Keluh Stela
“gitu aja ngeluh.” Ejek Rosi
“huuuu.” Sahut melody sambil melempari Rosi dengan buku
          Beberapa menit kemudian minuman yang mereka pesan datang dan mereka pun melanjutkan mengobrol, bercanda dan menikmati minuman mereka. Mereka memang cukup dekat dan sering  menghabiskan waktu bersama. Di sekolah, di rumah dan di tempat lainnya mereka selalu pergi bersama.
          Hari semakin larut. Langit siang telah tergantikan dengan langit sore. Dan mereka pun  memutuskan untuk beranjak pulang.
“kamu setir yang  bener ya Ros.” Cletuk Sania
“iya aku mau tidur.” Saut Melody
Rosi pun  hanya membalas candaan mereka dengan senyum kecut. Dan lalu masuk ke dalam mobil. Di sepanjang perjalanan suasana dalam mobil sangat sunyi. Stela dan Melody yang duduk di bangku belakang telah terlelap. Sedangkan Sania yang duduk di samping Rosi hanya diam dan memperhatikan jalan.
          “kebo banget mereka.” Keluh Rosi
          “iya tuh, tapi aku setia nemenin kamu kok. Haha” Cletuk Sania

***
          Hari ini di sekolah mereka ada pertandingan basket pelajar antar sekolah. Tentu saja suasana di sekolah mereka sangat ramai. Rosi yang merupakan pemain basket andalan sekolah mereka pun juga sangat sibuk mempersiapkan diri. Melody, Stela dan Sania sibuk menyiapkan properti untuk mendukung Rosi saat bermain nanti.
“acaranya mau mulai, ayo cepet.” Teriak Sania dari luar kelas
Seluruh siswa-siswi langsung berlarian menuju lapangan basket. Disana suasana sudah ramai dengan teriak-teriakan supporter dari masing-masing sekolah.
          Pertandingan berjalan cukup tegang namun tetap seru dengan teriakan pendukung di bangku penonton. Dan tentunya di ramaikan juga dengan penampilan Cheerleaders. Hingga pertandingan terakhir Tim Rosi berhasil memenangkan pertandingan hari ini. Teriakan kegembiraan dan tepuk tangan pendukung membuat keadaan yang tadinya mulai sepi menjadi ramai kembali.
“selamat ya Ros.” Ucap Stela
“iya, makasih udah dukung.” Jawab Rosi
“trattir makan aja cukup kok.” Cletuk melody
Sania dan teman lainnya pun bergantian mengucapkan selamat dan bersalaman dengan Rosi. Namun Rosi kali ini tidak bisa berkumpul dengan ketiga teman ceweknya karena harus berkumpul dengan teman di Tim Basketnya dulu. Rosi sempat melambaikan tangan dan tersenyum manis pada ketiga temannya lalu dia menghilang.

***
          Malam ini Rosi sedang berdiam diri di kamarnya dengan bermain laptop. Entah kenapa ada yang mengganggu pikirannya. Tiba-tiba dia teringat dengan Melody. Cewek itu sebenarnya adalah orang yang membuat perasaannnya selalu bahagia dan tenang. Perasaan itu mulai dia rasakan semenjak berada dalam satu lingkungan kelas dan berteman dengannya beberapa bulan ini. Namun Rosi tidak pernah menampakkan perasaannya tersebut. 
         
Hai mel. Maaf malam-malam ganggu kamu. Aku suka sama kamu. Awalnya aku nganggep ini perasaan yang sama dengan perasaan yang aku rasain ke Stela dan Sania. Tapi ternyata ini beda mel. Aku tahu aku salah dengan perasaan ini. Maafin aku bicara seperti ini

Rosi memang anak yang cuek dan selalu menganggap yang berlalu biarlah berlalu. Setelah mengirim sms itu ke Melody dia langsung bergegas tidur dan tidak menghiraukannya lagi.
***
          TOK TOK TOK!!
          Terdengar suara ketuka pintu dari luar kamar Melody. Dia yang tadinya sedang sibuk dengan laptopnya langsung beranjak dan membuka pintu.
“kamu san.” Kata Melody
“iya aku tidur rumah kamu ya. Aku lagi bosen di rumah.” Rayu Sania
Melodu haya tersenyum dan mempersilahkan Sania masuk. Tiba-tiba Melody merasa perutnya sakit, dan pergi ke kamar mandi meninggalkan Sania di kamar sendiri bermain laptop. Saat Melody ke kamar mandi hapenya berbunyi, dan Sania yang iseng langsung membuka dan membacanya. Namun dia malah terkejut dan langsung sedih. Lalu dia langsung membereskan barangnya dan langsung pergi tanpa berpamitan dengan Melody.
          Melody yang kaget karena setelah kembali ke kamar temannya sudah tidak ada lagi. Dia bingung berniat akan sms Sania. Namun dia malah terkejut melihat hapenya. Ada sms dari Rosi yang telah terbuka. Dia berfikir Sania yang telah membukanya dan marah setelah melihat itu. Melody langsung merasa bersalah dan membalas sms Rosi tersebut.
          Pagi harinya Rosi bangun lebih awal dari biasanya dan mengecek hape sudah ada dua sms. Yang satu dari operator yang selalu setia sms dan yang satu lagi dari Melody. Rosi langsung membacanya

Maaf. Tapi ini menyusahkan kita. Lupakan saja.

Rosi langsung terkejut dan sedikit kecewa. Dia tahu akan seperti ini, namun entah kenapa dia merasa sangat kecewa. Tapi Rosi langsung melupakan dan kembali ke kegiatan biasanya.

***
          Tiga hari ini Stela tidak di pernah di ajak ngobrol dengan ketiga temannya. Dia tidak pernah merasa membuat salah jadi dia heran dengan semua ini.
“kamu kenapa?” cetus Stela pada Sania
“tanya aja ke Melody atau Rosi mereka kayaknya lebih tahu dan lagi berbunga-bunga juga” Cetus  Sania
Stela yang merasa kesal langsung beranjak dari kelas dan memutuskan untuk juga tidak menghiraukan mereka.
Beberapa bulan telah berlalu. Mereka sudah tidakpernah bersama lagi semenjak waktu itu. Dan kini mereka sudah resmi lulus dari sekolah mereka. Tentunya mereka tidak mungkin kuliah di tempat yang sama. Stela memutuskan kulliah di Universitas yang dekat saja, namun tidak tahu dengan Melody, Sania dan Rosi. Stela yang merasa kesal tidak lagi ingin tahu dengan kabar mereka.
Pagi ini Stela harus pergi ke kampus untuk mengurusi admnistrasi yang belum selesai. Dia berangkat sendiri. Dan tiba-tiba dia teringat saat berangkat sekolah bersama teman-temannya dulu. Namun cepat-cepat Stela melupakannya. Setelah tiba di kampus dia langsung menuju ke ruang administrasi. Lalu ada orang yang menepuk pundak Stela.
“lama gak ketemu.”
Stela langsung menoleh dan terkejut. Ternyata orang tersebut adalah Rosi.
“ayo ke kantin. Aku mau ngomong.” Ajak Rosi
Mereka pun langsung berjalan ke arah kantin yang ada di belakang kampus. Disana mereka memilih duduk berhadapan. Hari itu kantin lumayan sepi.
“mau ngomong apa?” Cetus Stela
“kita salah faham.” Jawab Rosi
Akhirnya Rosi menjelaskan kejadian waktu itu. Dia bilang tentang perasaannya ke Melody. Dan tentang Sania yang diam-diam suka juga ke Rosi. Sania marah karena merasa kecewa Rosi menyukai Melody. Sedangkan Rosi dan Melody menjauh karena merasa bersalah dengan Sania.
“kenapa gak cerita ke aku?” protes Stela
“aku Cuma takut, maafin kita.” Jawab Rosi
“sudahlah, luapin aja.” Hibur Stela
          Rosi dan Stela berbaikan sejak itu. Dan mereka sempat mendapat kabar dari Melody. Sedangkan mereka benar-benar kehilangan kabar tentang Sania. Meski begitu mereka tetap menganggap Sania tetap teman mereka dan suatu saat pasti akan bertemu lagi.
***


Karya : Regina Ayu
Facebook : Reggina Ayyu Andini
Twitter : @Cacaregica

Tidak ada komentar:

Posting Komentar