Aku,
Kamu dan Dia
Suasana ruang
kelas XII IPA 2 sangat ramai. Hiruk pikuk siswa yang sedang menikmati waktu
istirahatnya. Terlihat di pojok kelas ada sekelompok anak perempuan yang sedang
asyik mengobrol, dan di sekeliling ruang banyak anak lelaki yang berlarian
bercanda satu sama lain.
BRAAAAK!!
Seketika suasana ruang kelas menjadi
hening. Sebuah penghapus papan tulis melayang mengenai kepala seorang guru yang
hendak memasuki ruang kelas. “kalian semua lari keliling lapangan 5 kali
sekarang!” teriak guru. Satu persatu siswi mulai keluar dari ruang kelas dan
saling menyalahkan satu sama lain. mereka harus berlari keliling lapangan di
cuaca yang sangat terik.
TENG TENG TENG!!
Bel pulang sekolah berbunyi,
siswa-siswi langsung berlarian keluar sekolah. Raut wajah mereka nampak bahagia
seperti habis merasa melepas beban saat mendengar bel jam pelajaran berakhir.
Terlihat di dalam ruang kelas masih ada 4 siswa yang masih tersisa, yaitu
Melody, Stela, Sannia dan Rosi. Mereka masih merasa kelelahan setelah menjalani
hukuman tadi.
“cari minum yuk.” Cletuk Rosi
“boleh.”
Saut Melody
Lalu
mereka berempat beranjak dan pergi menuju tempat kendaraan mereka diparkir.
Suasana di Mall sangat ramai. Banyak
orang berhiruk pikuk sedang sibuk dengan urusan mereka sendiri-sendiri.
Sedangkan mereka berempat berjalan dari tempat perkir menuju kafe yang biasa
mereka datangi. Sebuah kafe di lantai 2 Mall yang cukup besar dan benuansa
klasik dengan di didominasi warna cokelat. Mereka duduk di tempat duduk
favorite mereka. Di ujung kafe dengan duduk berhadapan.
“pegel.” Keluh Stela
“gitu aja ngeluh.” Ejek Rosi
“huuuu.” Sahut melody sambil melempari Rosi
dengan buku
Beberapa menit kemudian minuman yang
mereka pesan datang dan mereka pun melanjutkan mengobrol, bercanda dan
menikmati minuman mereka. Mereka memang cukup dekat dan sering menghabiskan waktu bersama. Di sekolah, di
rumah dan di tempat lainnya mereka selalu pergi bersama.
Hari semakin larut. Langit siang telah
tergantikan dengan langit sore. Dan mereka pun
memutuskan untuk beranjak pulang.
“kamu setir yang bener ya Ros.” Cletuk Sania
“iya aku mau tidur.” Saut Melody
Rosi
pun hanya membalas candaan mereka dengan
senyum kecut. Dan lalu masuk ke dalam mobil. Di sepanjang perjalanan suasana
dalam mobil sangat sunyi. Stela dan Melody yang duduk di bangku belakang telah
terlelap. Sedangkan Sania yang duduk di samping Rosi hanya diam dan
memperhatikan jalan.
“kebo banget mereka.” Keluh Rosi
“iya tuh, tapi aku setia nemenin kamu
kok. Haha” Cletuk Sania
***
Hari ini di sekolah mereka ada
pertandingan basket pelajar antar sekolah. Tentu saja suasana di sekolah mereka
sangat ramai. Rosi yang merupakan pemain basket andalan sekolah mereka pun juga
sangat sibuk mempersiapkan diri. Melody, Stela dan Sania sibuk menyiapkan
properti untuk mendukung Rosi saat bermain nanti.
“acaranya mau mulai, ayo cepet.” Teriak Sania
dari luar kelas
Seluruh
siswa-siswi langsung berlarian menuju lapangan basket. Disana suasana sudah
ramai dengan teriak-teriakan supporter dari masing-masing sekolah.
Pertandingan berjalan cukup tegang
namun tetap seru dengan teriakan pendukung di bangku penonton. Dan tentunya di
ramaikan juga dengan penampilan Cheerleaders. Hingga pertandingan terakhir Tim
Rosi berhasil memenangkan pertandingan hari ini. Teriakan kegembiraan dan tepuk
tangan pendukung membuat keadaan yang tadinya mulai sepi menjadi ramai kembali.
“selamat ya Ros.” Ucap Stela
“iya, makasih udah dukung.” Jawab Rosi
“trattir makan aja cukup kok.” Cletuk melody
Sania
dan teman lainnya pun bergantian mengucapkan selamat dan bersalaman dengan
Rosi. Namun Rosi kali ini tidak bisa berkumpul dengan ketiga teman ceweknya
karena harus berkumpul dengan teman di Tim Basketnya dulu. Rosi sempat
melambaikan tangan dan tersenyum manis pada ketiga temannya lalu dia
menghilang.
***
Malam ini Rosi sedang berdiam diri di
kamarnya dengan bermain laptop. Entah kenapa ada yang mengganggu pikirannya.
Tiba-tiba dia teringat dengan Melody. Cewek itu sebenarnya adalah orang yang
membuat perasaannnya selalu bahagia dan tenang. Perasaan itu mulai dia rasakan
semenjak berada dalam satu lingkungan kelas dan berteman dengannya beberapa
bulan ini. Namun Rosi tidak pernah menampakkan perasaannya tersebut.
Hai mel. Maaf malam-malam ganggu kamu. Aku suka sama kamu.
Awalnya aku nganggep ini perasaan yang sama dengan perasaan yang aku rasain ke
Stela dan Sania. Tapi ternyata ini beda mel. Aku tahu aku salah dengan perasaan
ini. Maafin aku bicara seperti ini
Rosi
memang anak yang cuek dan selalu menganggap yang berlalu biarlah berlalu.
Setelah mengirim sms itu ke Melody dia langsung bergegas tidur dan tidak
menghiraukannya lagi.
***
TOK TOK TOK!!
Terdengar suara ketuka pintu dari luar
kamar Melody. Dia yang tadinya sedang sibuk dengan laptopnya langsung beranjak
dan membuka pintu.
“kamu
san.” Kata Melody
“iya
aku tidur rumah kamu ya. Aku lagi bosen di rumah.” Rayu Sania
Melodu
haya tersenyum dan mempersilahkan Sania masuk. Tiba-tiba Melody merasa perutnya
sakit, dan pergi ke kamar mandi meninggalkan Sania di kamar sendiri bermain
laptop. Saat Melody ke kamar mandi hapenya berbunyi, dan Sania yang iseng
langsung membuka dan membacanya. Namun dia malah terkejut dan langsung sedih.
Lalu dia langsung membereskan barangnya dan langsung pergi tanpa berpamitan
dengan Melody.
Melody yang kaget karena setelah
kembali ke kamar temannya sudah tidak ada lagi. Dia bingung berniat akan sms
Sania. Namun dia malah terkejut melihat hapenya. Ada sms dari Rosi yang telah
terbuka. Dia berfikir Sania yang telah membukanya dan marah setelah melihat
itu. Melody langsung merasa bersalah dan membalas sms Rosi tersebut.
Pagi harinya Rosi bangun lebih awal
dari biasanya dan mengecek hape sudah ada dua sms. Yang satu dari operator yang
selalu setia sms dan yang satu lagi dari Melody. Rosi langsung membacanya
Maaf. Tapi ini menyusahkan kita.
Lupakan saja.
Rosi
langsung terkejut dan sedikit kecewa. Dia tahu akan seperti ini, namun entah
kenapa dia merasa sangat kecewa. Tapi Rosi langsung melupakan dan kembali ke
kegiatan biasanya.
***
Tiga hari ini Stela tidak di pernah di
ajak ngobrol dengan ketiga temannya. Dia tidak pernah merasa membuat salah jadi
dia heran dengan semua ini.
“kamu kenapa?” cetus Stela pada Sania
“tanya aja ke Melody atau Rosi mereka kayaknya
lebih tahu dan lagi berbunga-bunga juga” Cetus
Sania
Stela
yang merasa kesal langsung beranjak dari kelas dan memutuskan untuk juga tidak
menghiraukan mereka.
Beberapa bulan telah berlalu. Mereka sudah tidakpernah
bersama lagi semenjak waktu itu. Dan kini mereka sudah resmi lulus dari sekolah
mereka. Tentunya mereka tidak mungkin kuliah di tempat yang sama. Stela
memutuskan kulliah di Universitas yang dekat saja, namun tidak tahu dengan
Melody, Sania dan Rosi. Stela yang merasa kesal tidak lagi ingin tahu dengan
kabar mereka.
Pagi ini Stela harus pergi ke kampus untuk
mengurusi admnistrasi yang belum selesai. Dia berangkat sendiri. Dan tiba-tiba
dia teringat saat berangkat sekolah bersama teman-temannya dulu. Namun
cepat-cepat Stela melupakannya. Setelah tiba di kampus dia langsung menuju ke
ruang administrasi. Lalu ada orang yang menepuk pundak Stela.
“lama gak ketemu.”
Stela
langsung menoleh dan terkejut. Ternyata orang tersebut adalah Rosi.
“ayo ke kantin. Aku mau ngomong.” Ajak Rosi
Mereka
pun langsung berjalan ke arah kantin yang ada di belakang kampus. Disana mereka
memilih duduk berhadapan. Hari itu kantin lumayan sepi.
“mau ngomong apa?” Cetus Stela
“kita salah faham.” Jawab Rosi
Akhirnya
Rosi menjelaskan kejadian waktu itu. Dia bilang tentang perasaannya ke Melody.
Dan tentang Sania yang diam-diam suka juga ke Rosi. Sania marah karena merasa
kecewa Rosi menyukai Melody. Sedangkan Rosi dan Melody menjauh karena merasa
bersalah dengan Sania.
“kenapa gak cerita ke aku?” protes Stela
“aku Cuma takut, maafin kita.” Jawab Rosi
“sudahlah, luapin aja.” Hibur Stela
Rosi dan Stela berbaikan sejak itu.
Dan mereka sempat mendapat kabar dari Melody. Sedangkan mereka benar-benar
kehilangan kabar tentang Sania. Meski begitu mereka tetap menganggap Sania
tetap teman mereka dan suatu saat pasti akan bertemu lagi.
***
Karya : Regina Ayu
Facebook : Reggina Ayyu Andini
Twitter : @Cacaregica
Tidak ada komentar:
Posting Komentar