Sabtu, 01 Juni 2013


Seberkas Harapan

Aku hidup bukan untuk menunggu cintamu.
Sulit ku terima semua keputusan itu.
Yang kini hilang tersapu angin senja.
Masih sulit pula untuk ku lupakan.
Suram dan seram jika ku ingat kembali.
Mungkin harus ku biarkan semua kenangan itu,
agar abadi oleh sang waktu.

“Harapan Kosong!!” nggak enak kan. Itulah yang aku rasain saat ini. Aku Jessica Veranda menyukai seorang cowok bernama Fahri Ananta, seorang cowok yang manis, baik, jago kimia, jago fisika dan jago voly. Aku mulai menyukainya saat pertama aku bertemu dengannya. Yaahh !! aku memang baru bertemu dengannya saat aku menjalani Masa Orientasi Sekolah (baca; MOS) di sekolah baruku. Awalnya, Aku memang tak pernah mengharapkan untuk bisa dekat dengannya, karena aku tahu untuk bisa dekat dengan kakak kelas itu tidak mudah. Mungkin aku hanya bisa berpapasan dengannya tanpa harus saling menyapa.

***
Pagi itu aku sambut dengan senyuman. Tepat pukul 06.00 WIB aku berangkat ke sekolah dengan mengendarai motor bebekku. Setibanya di sekolah, dengan cepat aku pun berlalu masuk kelas. Aku lupa bahwa hari itu ada tugas rumah yang belum aku selesaikan. Tiba tiba “Praakkk!!” datang temanku Stella sambil menggebrak meja dan berteriak memanggil namaku “Ve ..... “
“apaan sih kamu itu??? nggak ngerti ya aku lagi apa ini???” seruku sambil menggerutu.
“Oke Ve, kalo aku emang ngganggu kamu. Sorry deh. Tapi sekarang kamu harus tahu account twitter Kak Fahri” jawabnya sambil sedikit berbisik kepadaku.
“account twitter Kak Fahri??? Mana mana??” jawabku sedikit bingung.
 “ini nih usernya @FahriNanta” kata stella sambil menuliskan sebuah username twitter di buku tulisku.
“serius kamu stell??? Ini usernya?? Makasih stella ... mumumuuuaaahhh ” kataku
“udah udah jangan gitu ahh. Buruan kerjain prmu dulu. Ntar kalo udah buruan difollow terus coba mention minta follback. Soalnya aku tadi malem minta follback langsung difollback loohhh... bales mention ku pake emot senyum lagi” kata stella memanasi ku.
“seriuuuuuussss??? Sumpeh? Demiapah cobak??? Omygod ... iya ya stell ini aku hampir selesai kok” sahutku.
“udah ntar aja deh waktu istirahat, habis ini juga bel masuk bunyi” kata Stella.
Pelajaran pertama dan kedua serasa lama sekali,  aku tidak sabar untuk membuka account twitter. Walaupun aku tahu, aku tak akan berani mention ke Kak Fahri yang lain lain kecuali hanya meminta ‘follback’. Bel istirahat pun berbunyi. Tak memperdulikan sekeliling aku langsung mengeluarkan handphone “Stella ... sini !!”
“iya Ve, bentaarrr ..” jawab stella dengan lantang.
“ini accountnyaaa??? Ya Tuhan ... avanya cute banget.” Gumam ku
“sudah follow gih, terus mention minta follback” kata Stella.
“iyaya stell, ihihiiii” jawabku sambil tertawa kecil.
Tak terasa aku sudah menghabiskan lebih dari 300 menit untuk berada disekolah. Bel pun berbunyi nyaring pertanda waktunya pulang. Sepulang sekolah, aku masih terngiang-ngiang user account twitter itu. Dirumah aku selalu membuka profil twitter nya. Aku tersenyum senyum kecil ketika melihat avatarnya. Aku masih terkagum kagum dengannya. Aku masih ingin melihat jelas wajah dengan senyum manisnya itu.

***
Esok harinya, aku datang kesekolah bagai kupu kupu dengan wajah yang sangat riang. Berkali kali temanku yang lain bertanya ‘ada apa dengan diriku ini?’ dan aku hanya tersenyum kecil. Tak lama kemudian, bel istirahat berbunyi. seketika aku teringat hari kemarin. Dengan penuh semangat aku pun membuka account twitterku dan berteriak “Stella ... siniii!!”
“ntar Ve, jalan ni jalaaaan .. “ jawab Stella.
“sini stella, liat nih aku difollback, tapi kok??? Ngga ada emotionnya sih” kataku.
“haahhh?? Iyaa??? Ahahahaaa kaasian deh kamu!!” kata Stella.
“eee ngga papa deh, yang penting aku uda tau usernya. Bisa stalking2. Makasih banyak Stella mumumuuuuahhh”
“sudah sudah syelaaalluuuuu begitu!! Ayo ke kantin yok” kata Stella.
Hari itu bagiku terasa sangat cepat sekali. Entah tak tahu apa yang terjadi pada waktu itu. Aku tak tahu. Yang kutahu, hanya seperti mengikuti 1 jam pelajaran saja. Padahal dibutuhkan banyak menit untuk bisa mendengar bel pulang berbunyi.

***
Keesokan paginya, aku cerita ke Stella. Bahwa salah satu tweet ku direplay oleh Kak Fahri tadi malam. Aku tahu mungkin ini adalah hal yang sangat tidak penting untuk aku ceritakan. Namun, yaaahh !! seperti biasa. Bukan Jessica Veranda kalau ada apa apa tidak cerita. Entah kenapa aku seperti menerima suatu pesan bahagia di kotak masuk. Aku pun mengambil handphone dari saku dengan sembunyi sembunyi. Yah !! memang pada saat itu aku sedang menerima mata pelajaran Fisika. Di handphone memang sudah tertera jika ada satu pesan masuk belum terbaca. Tak tanggung tanggung aku pun membuka pesan itu dan kemudian diikuti rasa kaget yang menumpuk secara tiba tiba. Pada saat itu, aku baru saja menerima pesan masuk dari Kak Melo yang berisi “tadi Fahri ke kelasku tanya tentang kamu, terus sama minta nomer kamu. Uda aku kasih juga kok. Kalo di sms nomer 089684959946 jangan bingung itu nomer Fahri.”
Sudah hampir berkali kali Kak Fahri me-replay tweet ku. Dan setiap Kak fahri me-replay, perasaan ku terasa sangat bahagia. Dan akhirnya kak fahri pun me-replay tweet baru ku dengan kalimat “dek aku minta nomor kamu”.
Mungkin ini hanya terjadi pada mimpi. Tetapi itu semua memang terjadi. Dia meminta nomor handphone ku langsung, walaupun itu  via twitter. Tanpa berfikir panjang aku langsung men-Direct Message nomor ku ke username @FahriNanta.  Sejak saat itulah, kak fahri mulai sms-an dengan ku. Ya Tuhan ... aku sangat bahagia saat itu.
Baru 3 hari sms-an, tiba tiba kak fahri menanyakan status ku. Aku menerima sebuah pesan singkat darinya yang berisi “dek, kmu sdah pnya pacar?”. Aku sempat terkejut melihat isi pesan itu. Tak kehilangan akal, aku pun bertanya balik padanya. Dan rasanya tahu kalau kak fahri lagi Single ituuuuuuhhh ‘Kayak ngebelah atsmofir berlapis-lapis, meluncuuuuur bareng paus akrobatis, terus ngebut ke rasi bintang paliiiing manis!!’
Setelah itu, bayangannya terus menari-nari di otakku. Menemaniku dalam mimpi dan harapku. Apakah kelak yang akan terjadi? Masih adakah pertemuan selanjutnya? Terus ku berharap, walau rasa malu dan penasaranku mengalahkan segalanya.
Ternyata takdir ku untuk berpapasan dengannya disekolah masih ada yang kedua, ketiga, keempat dan selanjutnya, walau itu semua masih dengan wajah dingin dan tanpa ekspresi. Kala itu aku sudah berani berharap terlalu jauh. Namun, aku masih tidak tahu apa yang akan terjadi di keesokan harinya? Kalau memang Tuhan menghendaki pertemuan ini terus terjalin, berarti itulah yang terbaik bagiku. Tetapi kalau memang harus berpisah, itu juga yang terbaik untukku. Aku yakin setiap peristiwa  pasti punya makna. Setiap makna berati goresan kalam kisah kita. Mau tidak mau, harus mau!!!!!!!!

***
Seminggu, dua minggu, sampai  dua bulan kulalui semua tanpa lagi kedengar tentang keberadaannya. Dia tak lagi mengirim sms padaku. Dia tak lagi mengirim ucapan selamat pagi, malam, selamat makan dan lain lain. Aku masih ingat waktu itu. waktu dimana tepat pada hari Selasa pukul 13.00 WIB tanggal 25 Desember didepan kelas. Itu adalah hari dimana aku bisa bertemu dengannya, pertama kali dengan sebuah janji. Namun, kini semuanya berubah. Aku tak lagi menerima gombalan gombalan atau pesan singkat darinya. Pesan singkat yang sangat berharga untuk mewarnai kehidupanku. Entah kenapa aku tak lagi menerima senyumnya ketika berpapasan. Oh Tuhan .. ada apa ini sebenarnya??? Mungkinkah takdirku untuk selalu dekat dengannya sudah berakhir cukup sampai disini??? Atau mungkin aku memang sudah tak pantas lagi untuk berada didekatnya???
Tak pernah tahu akan kesalahanku, aku hanya bisa diam dan selalu meminta maaf ketika berhadapan dengan Kak Fahri. Mungkin, Iya jika Kak Fahri sudah punya kekasih. Tetapi bukan seperti ini caranya kalau Kak Fahri menginginkan aku pergi. Oh Tuhan .. aku rindu akan semua hal indah tentang Kak Fahri yang telah berlalu ini. Saat saat aku diajak terbang tinggi mengelilingi angkasa. Aku tak tahu ada apa ini sebenarnya, sungguh sungguh tidak tahu. Kak Fahri pergi menghilang tanpa meninggalkan pesan untukku. Mungkin yaa!! Benar!! Aku bukan siapa siapa dia. Aku bukan seseorang yang pantas untuk menuntut kabarnya selalu setiap saat. Mungkin aku memang benar benar seorang adik kelas yang tak diharapkan kedatangannya oleh siswa laki laki tenar ini. Sungguh tak bisa dipercaya. Dahulu selalu memberi kabar lewat sms, selalu say hello setiap bertemu, sekarang berakhir dengan kebencian.

Kau beriku harapan bagaikan sinar dalam kegelapan
Kau buatku mengembangkan senyum dalam kesedihan
Kau buatku melayang menyusuri lautan lepas
Namun kehadirannya buatku terhempas
Tersungkur  di lereng penuh dilema
Dia menuntunku dengan penuh senyuman
Memelukku dengan penuh kehangatan
Dan menyesatkanku dalam jurang penuh dusta


-END-

Karya : Berliana Okta
Facebook : Berliana Okta
Twitter : @Oya_nha 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar