Seberkas Harapan
Aku hidup bukan untuk menunggu cintamu.
Sulit ku terima semua keputusan itu.
Yang kini hilang tersapu angin senja.
Masih sulit pula untuk ku lupakan.
Suram dan seram jika ku ingat kembali.
Mungkin harus ku biarkan semua kenangan itu,
agar abadi oleh sang waktu.
Sulit ku terima semua keputusan itu.
Yang kini hilang tersapu angin senja.
Masih sulit pula untuk ku lupakan.
Suram dan seram jika ku ingat kembali.
Mungkin harus ku biarkan semua kenangan itu,
agar abadi oleh sang waktu.
“Harapan
Kosong!!” nggak enak kan. Itulah yang aku rasain saat ini. Aku Jessica Veranda
menyukai seorang cowok bernama Fahri Ananta, seorang cowok yang manis, baik,
jago kimia, jago fisika dan jago voly. Aku mulai menyukainya saat pertama aku
bertemu dengannya. Yaahh !! aku memang baru bertemu dengannya saat aku
menjalani Masa Orientasi Sekolah (baca;
MOS) di sekolah baruku. Awalnya, Aku memang tak pernah mengharapkan untuk
bisa dekat dengannya, karena aku tahu untuk bisa dekat dengan kakak kelas itu
tidak mudah. Mungkin aku hanya bisa berpapasan dengannya tanpa harus saling
menyapa.
***
Pagi itu aku
sambut dengan senyuman. Tepat pukul 06.00 WIB aku berangkat ke sekolah dengan mengendarai
motor bebekku. Setibanya di sekolah, dengan cepat aku pun berlalu masuk kelas.
Aku lupa bahwa hari itu ada tugas rumah yang belum aku selesaikan. Tiba tiba
“Praakkk!!” datang temanku Stella sambil menggebrak meja dan berteriak
memanggil namaku “Ve ..... “
“apaan sih kamu
itu??? nggak ngerti ya aku lagi apa ini???” seruku sambil menggerutu.
“Oke Ve, kalo aku
emang ngganggu kamu. Sorry deh. Tapi sekarang kamu harus tahu account twitter
Kak Fahri” jawabnya sambil sedikit berbisik kepadaku.
“account twitter
Kak Fahri??? Mana mana??” jawabku sedikit bingung.
“ini nih usernya @FahriNanta” kata stella sambil menuliskan sebuah username twitter
di buku tulisku.
“serius kamu
stell??? Ini usernya?? Makasih stella ... mumumuuuaaahhh ” kataku
“udah udah jangan
gitu ahh. Buruan kerjain prmu dulu. Ntar kalo udah buruan difollow terus coba
mention minta follback. Soalnya aku tadi malem minta follback langsung
difollback loohhh... bales mention ku pake emot senyum lagi” kata stella
memanasi ku.
“seriuuuuuussss???
Sumpeh? Demiapah cobak??? Omygod ... iya ya stell ini aku hampir selesai kok”
sahutku.
“udah ntar aja
deh waktu istirahat, habis ini juga bel masuk bunyi” kata Stella.
Pelajaran pertama
dan kedua serasa lama sekali, aku tidak
sabar untuk membuka account twitter. Walaupun aku tahu, aku tak akan berani
mention ke Kak Fahri yang lain lain kecuali hanya meminta ‘follback’. Bel istirahat pun berbunyi. Tak memperdulikan
sekeliling aku langsung mengeluarkan handphone
“Stella ... sini !!”
“iya Ve,
bentaarrr ..” jawab stella dengan lantang.
“ini
accountnyaaa??? Ya Tuhan ... avanya cute banget.” Gumam ku
“sudah follow
gih, terus mention minta follback” kata Stella.
“iyaya stell,
ihihiiii” jawabku sambil tertawa kecil.
Tak terasa aku
sudah menghabiskan lebih dari 300 menit untuk berada disekolah. Bel pun
berbunyi nyaring pertanda waktunya pulang. Sepulang sekolah, aku masih terngiang-ngiang
user account twitter itu. Dirumah aku selalu membuka profil twitter nya. Aku
tersenyum senyum kecil ketika melihat avatarnya. Aku masih terkagum kagum
dengannya. Aku masih ingin melihat jelas wajah dengan senyum manisnya itu.
***
Esok harinya, aku
datang kesekolah bagai kupu kupu dengan wajah yang sangat riang. Berkali kali
temanku yang lain bertanya ‘ada apa dengan diriku ini?’ dan aku hanya tersenyum
kecil. Tak lama kemudian, bel istirahat berbunyi. seketika aku teringat hari
kemarin. Dengan penuh semangat aku pun membuka account twitterku dan berteriak
“Stella ... siniii!!”
“ntar Ve, jalan
ni jalaaaan .. “ jawab Stella.
“sini stella,
liat nih aku difollback, tapi kok??? Ngga ada emotionnya sih” kataku.
“haahhh?? Iyaa???
Ahahahaaa kaasian deh kamu!!” kata Stella.
“eee ngga papa
deh, yang penting aku uda tau usernya. Bisa stalking2. Makasih banyak Stella
mumumuuuuahhh”
“sudah sudah
syelaaalluuuuu begitu!! Ayo ke kantin yok” kata Stella.
Hari itu bagiku
terasa sangat cepat sekali. Entah tak tahu apa yang terjadi pada waktu itu. Aku
tak tahu. Yang kutahu, hanya seperti mengikuti 1 jam pelajaran saja. Padahal
dibutuhkan banyak menit untuk bisa mendengar bel pulang berbunyi.
***
Keesokan paginya,
aku cerita ke Stella. Bahwa salah satu tweet ku direplay oleh Kak Fahri tadi malam. Aku tahu mungkin ini adalah hal
yang sangat tidak penting untuk aku ceritakan. Namun, yaaahh !! seperti biasa.
Bukan Jessica Veranda kalau ada apa apa tidak cerita. Entah kenapa aku seperti
menerima suatu pesan bahagia di kotak masuk. Aku pun mengambil handphone dari saku dengan sembunyi
sembunyi. Yah !! memang pada saat itu aku sedang menerima mata pelajaran
Fisika. Di handphone memang sudah
tertera jika ada satu pesan masuk belum terbaca. Tak tanggung tanggung aku pun
membuka pesan itu dan kemudian diikuti rasa kaget yang menumpuk secara tiba
tiba. Pada saat itu, aku baru saja menerima pesan masuk dari Kak Melo yang
berisi “tadi Fahri ke kelasku tanya tentang kamu, terus sama minta nomer kamu.
Uda aku kasih juga kok. Kalo di sms nomer
089684959946 jangan bingung itu nomer
Fahri.”
Sudah hampir
berkali kali Kak Fahri me-replay
tweet ku. Dan setiap Kak fahri me-replay,
perasaan ku terasa sangat bahagia. Dan akhirnya kak fahri pun me-replay tweet baru ku dengan kalimat
“dek aku minta nomor kamu”.
Mungkin ini hanya
terjadi pada mimpi. Tetapi itu semua memang terjadi. Dia meminta nomor handphone ku langsung, walaupun itu via
twitter. Tanpa berfikir panjang aku langsung men-Direct Message nomor ku ke username @FahriNanta. Sejak saat itulah, kak fahri mulai sms-an dengan ku. Ya Tuhan ... aku sangat
bahagia saat itu.
Baru 3 hari sms-an, tiba tiba kak fahri menanyakan
status ku. Aku menerima sebuah pesan singkat darinya yang berisi “dek, kmu sdah
pnya pacar?”. Aku sempat terkejut melihat isi pesan itu. Tak kehilangan akal,
aku pun bertanya balik padanya. Dan rasanya tahu kalau kak fahri lagi Single
ituuuuuuhhh ‘Kayak ngebelah atsmofir berlapis-lapis, meluncuuuuur bareng paus
akrobatis, terus ngebut ke rasi bintang paliiiing manis!!’
Setelah itu, bayangannya
terus menari-nari di otakku. Menemaniku dalam mimpi dan harapku. Apakah kelak
yang akan terjadi? Masih adakah pertemuan selanjutnya? Terus ku berharap, walau
rasa malu dan penasaranku mengalahkan segalanya.
Ternyata takdir ku
untuk berpapasan dengannya disekolah masih ada yang kedua, ketiga, keempat dan
selanjutnya, walau itu semua masih dengan wajah dingin dan tanpa ekspresi. Kala
itu aku sudah berani berharap terlalu jauh. Namun, aku masih tidak tahu apa yang akan terjadi di keesokan
harinya? Kalau memang Tuhan
menghendaki pertemuan ini terus terjalin, berarti itulah yang terbaik bagiku. Tetapi
kalau memang harus berpisah, itu juga yang terbaik untukku. Aku yakin setiap peristiwa
pasti punya makna. Setiap makna berati goresan kalam kisah kita. Mau tidak mau,
harus mau!!!!!!!!
***
Seminggu, dua
minggu, sampai dua bulan kulalui semua
tanpa lagi kedengar tentang keberadaannya. Dia tak lagi mengirim sms padaku. Dia tak lagi mengirim ucapan
selamat pagi, malam, selamat makan dan lain lain. Aku masih ingat waktu itu.
waktu dimana tepat pada hari Selasa pukul 13.00 WIB tanggal 25 Desember didepan
kelas. Itu adalah hari dimana aku bisa bertemu dengannya, pertama kali dengan
sebuah janji. Namun, kini semuanya berubah. Aku tak lagi menerima gombalan
gombalan atau pesan singkat darinya. Pesan singkat yang sangat berharga untuk
mewarnai kehidupanku. Entah kenapa aku tak lagi menerima senyumnya ketika
berpapasan. Oh Tuhan .. ada apa ini sebenarnya??? Mungkinkah takdirku untuk
selalu dekat dengannya sudah berakhir cukup sampai disini??? Atau mungkin aku
memang sudah tak pantas lagi untuk berada didekatnya???
Tak pernah tahu
akan kesalahanku, aku hanya bisa diam dan selalu meminta maaf ketika berhadapan
dengan Kak Fahri. Mungkin, Iya jika Kak Fahri sudah punya kekasih. Tetapi bukan
seperti ini caranya kalau Kak Fahri menginginkan aku pergi. Oh Tuhan .. aku
rindu akan semua hal indah tentang Kak Fahri yang telah berlalu ini. Saat saat
aku diajak terbang tinggi mengelilingi angkasa. Aku tak tahu ada apa ini
sebenarnya, sungguh sungguh tidak tahu. Kak Fahri pergi menghilang tanpa
meninggalkan pesan untukku. Mungkin yaa!! Benar!! Aku bukan siapa siapa dia.
Aku bukan seseorang yang pantas untuk menuntut kabarnya selalu setiap saat.
Mungkin aku memang benar benar seorang adik kelas yang tak diharapkan
kedatangannya oleh siswa laki laki tenar ini. Sungguh tak bisa dipercaya.
Dahulu selalu memberi kabar lewat sms,
selalu say hello setiap bertemu,
sekarang berakhir dengan kebencian.
Kau beriku
harapan bagaikan sinar dalam kegelapan
Kau buatku
mengembangkan senyum dalam kesedihan
Kau buatku
melayang menyusuri lautan lepas
Namun
kehadirannya buatku terhempas
Tersungkur
di lereng penuh dilema
Dia menuntunku
dengan penuh senyuman
Memelukku dengan
penuh kehangatan
Dan menyesatkanku
dalam jurang penuh dusta
-END-
Karya : Berliana Okta
Facebook : Berliana Okta
Facebook : Berliana Okta
Twitter : @Oya_nha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar